Beranda > LAPORAN UTAMA > Pedagang Tolak Penertiban

Pedagang Tolak Penertiban

Pedagang Tolak Penertiban

Oleh Alamsyah

Picture1LANGSA, Transparam- Kesemerawutan Pasar Tradisional Langsa yang mengugah pemerintah kota setempat, untuk berbenah dan mengatur kembali tata kota, sebagai tindak lanjut Progam Kerja Walikota Langsa Drs. Zulkifli Zaenon saat dirinya dilantik menjadi Walikota Langsa meskipun adanya penolakan kebijakan tersebut dari pedagang kaki lima (PK5) yang menjual kaset VCD dan Play Station (PS), buah–buahan serta pedagang sayur-mayur dalam melakukan penertiban pasar.

Sudah kesekian kalinya operasi penertipan pasar dilakukan oleh Pemerintah Kota Langsa dengan membentuk Tim terpadu dari unsur Satpol PP, Polisi, TNI dan dari Kecamatan terpaksa harus mundur dan tidak berhasil melakukan penertiban tersebut, hal ini mengundang pertanyaan besar, ada apa dibalik itu semua dan mengapa pedagang kaki lima tidak setuju dengan kebijakan pemerintah Kota Langsa sementara indahnya pasar dan kenyamanan pasar juga telah didambakan oleh masyarakat langsa dalam beraktifitas antara pembeli dan pedagang kaki lima.

Pasar Langsa rabu dini hari (13/8), bagaikan perang besar terlihat adanya upaya para pedagang kaki lima, penjuan sayur-mayur, buah-buahan ,kaset VCD dan Play Station (PS) untuk menghalau Tim gabungan yang melakukan operasi penertiban pasar yang masih keberatan untuk ditata kembali letak tempat berjualannya, yang meminta waktu menunda sampai usai lebaran idul fitri yang mungkin hanya alasan untuk mempertahankan agar tidak pindah lapak untuk berjualan, sementara Pemerintah Kota langsa telah membersiapkan lapak berjualan di areal eks terminal lama dengan membuat los yang berukuran kecil maksud agar semua dapat tertampung untuk berjualan meskipun dalam pengelolaan pembuatan los tersebut banyak yang berkepentingan mengambil keuntungan bagi pedagang kaki lima, hal ini terlihat dalam penyiapan los untuk lapak-lapak berjualan yang dipersiapkan Pemerintah Kota Langsa tidak diberikan tempat secara gratis dan cuma-cuma bagi pedang kaki lima dan harus menganti nilai lapak sebesar Rp. 1.400.000,- kepada pihak ke-3 yang katanya ditunjuk oleh Pemerintah Kota Langsa sebagai pelaksana pembuatan bangunan los tersebut.

Pembuatan los yang dikerjakan oleh pihak ke-3 telah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Kota Langsa menurut keterangan yang dapat dihimpun bahwa pihak-3 telah menerima rekom dari Asisten-2 Pemkot Langsa sehingga perlu juga ditinjau kembali progam tersebut seperti  seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRK Kota langsa saat usai melaksanakan Pansus dengan melihat kenyataan tempat lapak yang dibuat oleh pihak-3, dikatakan pembuatannya perlu  memperhatikan jeritan dari pedagang kaki lima dengan melihat kemampuannya membayar ganti uang bagunan tersebut bahkan para pedagang kaki lima (PK5) seharusnya diberigan lapak gratis  dimana  yang begitu besar sementara proses pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah daerah, bukan pihak lainnya tutur Ir. Joni Selasa (4/7) seusai melakukan Pansus ke pajak langsa terkait keluhan sejumlah pedagang sayur-mayur terhadap pembagian lapak dagangan yang dikenakan biaya sebesar Rp 1.400.000 oleh pihak pembangun yakni Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APK5) ke gedung Dewan beberapa waktu lalu.

“Dimana anggarannya di masukkan dalam APBK,” sebutnya seraya mengatakan, nantinya lapak dimaksud diberikan kepada pedagang secara gratis dan hanya dibebankan biaya retribusi sesuai aturan berlaku sebagai salah satu pemasukan PAD Kota Langsa dari sektor ini.

Disampaikannya, bahwa para pedagang sayur-mayur yang mau direlokasikan kelokasi baru diterminal lama tersebut merupakan pedagang resmi yang sebelumnya berjualan di blok A lantai atas, kemudian turun kebawah dikarenakan tidak ada pembeli yang mau naik berbelanja kelantai atas dimaksud.

Apakah hal ini sudah dapat menampung keinginan dari pemerintah dan pedagang sementara para pedagang kaki lima tidak mampu untuk membayar nilai lapak tersebut, dari mana uang sebesar itu saya harus membayar uangnya karena hasil penjualan sayapun keuntungannya jauh dari pada itu, tutur seorang ibu yang ikut dalam  aksi blokade jalan terhadap tim gabungan yang menghadang operasi ketertibat pasar. Akhirnya  untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan petugas tim penertiban dibawah pimpinan Asisten II Pemko Langsa Muhammad Syahril yang juga menjabata sebagai Wakil Ketua Tim Penertiban Pasar mengambil keputusan untuk mundur. Setelah mundurnya petugas para pedagang pun ikut mundur dan melnajutkan aktivitas berjualan mereka.

Penyelesaikan persoalan selanjutnya dikembalikan kepada Walikota Langsa  agar dapat menjelaskan kepada para pedagang tersebut terhadap langkah penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan berdasarkan Qanun No 14 tahun 2008,” **

Iklan
Kategori:LAPORAN UTAMA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: