Beranda > Sosok > Muda, Energik, Cerdas dan Ikhlas Beramal

Muda, Energik, Cerdas dan Ikhlas Beramal

Muda, Energik, Cerdas dan Ikhlas Beramal

Oleh Putra Zulfirman

Picture1Bersahaja, ramah, santun, muda dan energik, inilah yang terlihat dari keseharian pria satu ini, kesederhanaan, tidak mudah marah, ikhlas beramal adalah bagian dari kepribadiannya. Bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Timur dan Kota Langsa tidak asing mendengar nama Drs. Ibnu sa’dan, M.Pd, pria kelahiran Idi Cut, 12 Juli 1969 ini begitu akrab dengan semua lapisan serta senantiasa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah.

Pak ustadz atau pak Sa’dan begitu ia akrab disapa, sangat peduli dengan dunia  pendidikan, sejarah kebudayaan dan syiar Islam, diberbagai kesempatan telah banyak diundang atau diminta kesediannya untuk memberikan ceramah agama diberbagai daerah, aktif menyumbangkan konstribusi pemikiran maupun tenaga dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan madrasah. Ditengah padatnya rutinitas dinas pak ustadz masih menyempatkan diri untuk diwawancarai Transparan pada Selasa, pekan lalu.

Mari kita menelisik kehidupan kecil dari suami, Misnawati (36), serta ayah dari Aska Sa’dan (13), Ulinnuha (10), Ahmad Maula (8), Syaifatun Nada (6) dan Ahmad Zakira (4), sangatlah menarik, beranjak dari keluarga sederhana pasangan (Alm) Tgk. Ibrahim M.H. Diah dan Hj. Darmiah ini sejak kecil tumbuh dalam keluarga Islami, dari penerapan disiplin, shalat lima waktu dan belajar mengaji adalah rutinitas masa kanak-kanak yang terus dilakoni dengan ikhlas, kebiasaan itu merupakan suatu pelajaran tersendiri baginya untuk masa depan.

Berkebun, ke sawah dan memelihara ternak sapi (lembu-red) adalah keseharian yang dijalani Sa’dan kecil, tidak ada kata gengsi atau malas dalam dirinya, semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh sebagai ungkapan pengabdian kepada orang tua yang telah melahirkannya. Ungkapan rasa cinta terhadap keluarga dibuktikan melalui kepatuhan, taat kepada ayah dan ibu merupakan hal yang paling diutamakan dalam hidupnya.

Sejak bersekolah MIN Idi Cut, uztadz Sa’dan telah memperlihatkan sifat kepemimpinannya, ia dipercayakan teman sekelas menjadi ketua kelas berturut-turut mulai kelas satu sampai kelas enam madrasah ibtidaiyah tersebut. Di tahun 1980 setelah lulus MIN melanjutkan jenjang pendidikan lanjutan pada MTsN Idi, di sekolah ini kembali Sa’dan dipercayakan sebagai ketua kelas selama tiga tahun serta sebagai Ketua OSIM, pada saat melanjutkan di MTsn ini ia mondok pada pesantren Darul Sa’adah Idi Cut dan semenjak itu tidak lagi tinggal di rumah orang tuanya melainkan tinggal di lingkungan pondok pesantren. Tahun 1983 ia menyelesaikan sekolah lanjutan pertama, seterusnya melanjutkan pada sekolah menengah MAN Banda Aceh pada tahun 1984, pada saat bersekolah SMA ia juga nyantri pada pesantren Al-Ikhlas serta tinggal dipondok pesantren tersebut.

Kecerdasannya membuat ia bisa mengikuti test penerimaan mahasiswa baru pada Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 1986, waktu itu Sa’dan baru duduk dibangku kelas 2 MAN, dikarenakan pernah mondok di pesantren dan mendapat ijazah akhirnya ia diterima sebagai mahasiswa walau usia masih muda.

Pada saat mengikuti perkuliahan kecerdasan Sa’dan terus diasah dan dipacu untuk mendapatkan prestasi serta nilai terbaik, terbukti ketika awal semester pertama sampai akhir nilai A dan B didapatkan dari mata kuliah yang diikuti, disamping belajar aktivitas kemahasiswaan terus digeluti, mulai berkecimpung sebagai anggota senat mahasiswa sampai jabatan Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah, organisasi ekstra kampus juga diikutinya seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah (Himah). Berbagai kegiatan kemahasiswaan tidak membuat Sa’dan terlena, seiring dengan kegiatan ekstrakulikuler proses perkuliahan pun terus berjalan tanpa ada hambatan berarti.

Di tengah proses perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan, pak Sa’dan tetap eksis dengan lingkungan santri, ia meluangkan waktu untuk mengajar pada Tempat Pengajian Alqur’an (TPA) Al-Ikhlas serta TPA Al-Anshar Kampung Mulia Banda Aceh. Karena begitu besar kecintaanya terhadap ilmu pengetahuan dan Islam, maka waktu belajar, aktivitas sebagai aktivis dan mengajar TPA diatur sedemikian rupa sehingga dapat berjalan lancar. Kedisiplinan yang didapatkan sejak kecil dilingkungan keluarga terus dilaksanakannya sehingga mudah untuk mengatur jadwal kegiatannya yang super padat.

Hajatan untuk menyelesaikan program study Strata Satu (S1) terwujud pada tahun 1991 dengan gelar kesarjanaan Doktorandus (Drs), satu tahun setelah wisuda tepatnya pada tahun 1992, Drs. Ibnu Sa’dan mengikuti test pegawai negeri sipil pada Departemen Agama. Alhamdulillah lulus dan mulai bertugas pada tahun 1993 sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara sampai tahun 1997, inilah awal karirnya di pemerintahan, dengan menduduki jabatan ini telah terbukti bahwa pak Sa’dan memiliki naluri, potensi dan jiwa kepemimpinan yang diperlihatkan sejak kecil dulu.

Masih menurut pria yang mengaku angka tujuh sebagai keberuntungan ini, awal karirnya dimulai sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lawe Sigalagala Kabupaten Aceh Tenggara. Disini pak Sa’dan masih aktif dalam berdakwah ke daerah perbatasan dan bersama beberapa rekannya mendirikan TPA Al-Muttaqin di Pulo Latung. Setelah empat tahun bertugas di KUA Lawe Sigalagala, ia kemudian ditugaskan sebagai staf  Bidang Urais pada Kanwil Depag Aceh tahun 1997-1998, setelah itu dipercayakan sebagai Kepala Seksi (Kasie) Lembaga Dakwah Bidang Penais (1998-1999), Kepala Seksi Bimbingan Perwakinan (Binwin) tahun 1999-2000, selanjutnya sebagai Kepala Seksi Pembinaan Keluarga Sakinah, jabatan ini selama empat tahun, mulai tahun 2000-2004.

Disamping kesibukannya sebagai Kepala Seksi pada Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) NAD, ia juga masih aktif di berbagai organisasi masyarakat, pada tahun 2000-2004 menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Banda Aceh selama dua periode, kemudian aktif  pula sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah BKPRMI NAD periode 2002-2004, selain aktif berorganisasi aktif dalam berbagai forum diskusi tentang pendidikan Islam dan ceramah diberbagai kesempatan.

Karirnya meningkat pada tahun 2004, ia dipercayakan untuk memimpin Kantor Departemen Agama Kota Langsa sampai tahun 2006, setelah bertugas di Kota Langsa selama dua tahun, Ibnu Sa’dan kembali dipercayakan sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Timur mulai tahun 2006 sampai dengan sekarang. Ditahun ini Ibnu Sa’dan merasa masih harus terus belajar untuk itu ia mengambil program pasca sarjana pada Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan diwisuda pada tahun 2007 dengan gelar akademik Magister Pendidikan (M.Pd).

Semenjak menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Timur berbagai prestasi telah terukir, kemajuan signifikan terlihat jelas pada saat kepemimpinannya, peningkatan mutu pendidikan pada madrasah menjadi fokus utama disamping pelayanan keagamaan lain. Baginya bawahan bukanlah budak yang diperintah dan diperlakukan semena-mena, namun, bawahan adalah mitra kerja yang selaras, seiring sejalan dalam melaksanakan program kerja dinas, berhasil atau tidaknya program semua kembali kepada kinerja bawahan di lapangan, hal ini tercermin dengan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan dalam bekerja di lingkungan kantor.

Tranparansi, keterbukaan dan disiplin kerja itulah yang diterapkan dikantornya, beberapa karyawan mengatakan, bahwa semenjak beliau memimpin Kantor Departemen Agama A. Timur sangat banyak perubahan. Tidak ada jarak dan ruang yang membuat pemisah antara pak Sa’dan dengan bawahannya, setiap saat selalu menjalin komunikasi. Bahkan ketika ada keluhan dari bawahan senantiasa beliau tampung dan dicarikan solusinya. Suatu ketika ada permasalahan kedinasan yang harus dikonsultasikan kepadanya, walau waktu itu bukan jam dinas (malam hari), namun tetap direspon serta hand phonenya tidak pernah dinon aktifkan, ungkap salah seorang bawahan pak Sa’dan.

Selain itu, kegiatan olah raga juga dikembangkan di kantor, setiap sore Selasa, Kamis dan Sabtu karyawan dan pak sa’dan aktif bermain bulu tangkis. Pertemuan bersama dengan seluruh keluarga karyawan juga sering dilakukan, baik dikantor maupun tempat lain yang disepakati bersama. Setiap ada waktu luang disempatkan untuk mengunjungi kediaman karyawannya secara bergilir, hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupan karyawan. Ini adalah suatu bentuk kepedulian atasan terhadap karyawan yang sangat jarang diperlihatkan oleh pemimpin lainnya.

Sosok Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd, sangat santun, Islami, perhatian dan beliau adalah pemimpin yang disegani serta dicintai bawahannya. Begitulah gambaran kepemimpinannya di mata karyawan di lingkungan Departemen Agama Aceh Timur.

Kesuksesan karir tidak menjadikan Ibnu Sa’dan merasa angkuh dan sebagainya, melainkan membuatnya semakin tawaqal serta takut kepada Allah SWT, takut bila bertindak melenceng dari perintah Allah SWT, takut akan azab-Nya diakhirat kelak dan takut jika tidak mampu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya di dunia ini.

Kini di tengah kesibukan kedinasannya, ustadz Sa’dan masih energik untuk membina organisasi, pada April 2009 bersama dengan sejumlah aktivis pemerhati sejarah dan kebudayaan mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Rumoh Aceh, berbagai pemikiran dicurahkannya untuk melestarikan sejarah dan kebudayaan, ia juga mengatakan LSM tersebut pada bulan Mei 2009 lalu telah melaksanakan Observasi Situs Sejarah Islam di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang, sebagai upaya untuk melakukan pemetaan lokasi situs sehingga mempermudah untuk dilakukan pelestariannya.

Setelah sekian lama berbincang tentang perjalanan hidupnya kepada Transparan, pak ustadz mengatakan, “bagi saya semua ini karena Allah SWT, senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada saya, ini amanah dan saya harus terus menjaga amanah dengan sebaik-baiknya serta selalu berdoa agar bisa memberikan yang terbaik, semoga Allah SWT menerima amal ibadah,” pungkas ustadz Ibnu Sa’dan mengakhiri pembicaraan, seraya bersiap untuk menghadiri kegiatan pembukaan MTQ Pramuka Tunas Ramadhan yang berlangsung  Rabu 2/9 di Kota Sabang.***

Iklan
Kategori:Sosok
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: