Beranda > POLITIK HUKUM > Hakim Hilang Palu, Sekda Janji Akan Lapor Bupati

Hakim Hilang Palu, Sekda Janji Akan Lapor Bupati

Hakim Hilang Palu, Sekda Janji Akan Lapor Bupati

Meulaboh,Transparan Ratusan masyarakat desa Ule Pasi Ara Kecamatan Woyla Barat dan Desa Sawang Teubei Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat, melakukan unjuk rasa ke kantor pengadilan Negeri Meulaboh dan kantor Bupati, terkait kasus pencemaran nama baik dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Henri Faisal dan pemecatan kepada geuchik Sawang, selasa pekan lalu.

Pukul 09:00 Wib pagi, ratusan masa yang sebanyak 200 orang pada, sudah mulai
berdatangan dari dua arah yang berlawanan dengan menggunakan 3 unit L-300, Satu
unit BUS sekolah dan puluhan roda dua di halaman mejid Agung Meulaboh di jalan
Imam Bonjol Desa Senebok,

Didepan kantor pengadilan Meulaboh masa pengunjuk rasa sudah di tunggu
oleh Polres Aceh Barat. Pihak keamanan langsung memasang pagar betis untuk
mencegah pengunjuk rasa masuk kedalam ruang sidang pengadilan,” maaf pak disini saja, karena di dalam lagi ada sidang” sambut salah seorang anggota polisi kepada pengunjuk rasa”, namun, para pengunjuk tidak terima mendengar ucap itu, kami tidak mendemo Polres, ujarnya, tapi pengadilan Negeri ini yang sudah mempermainkan hukum, teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Setelah melakukan negoisasi dengan pihak keamanan, akhirnya masa pengunjuk rasa yang kebanyakan sudah   lanjut usia, sepakat untuk berorasi di luar pekarangan pengadilan Meulaboh  di jalan DR. Sutomo.

Setelah berorasi selama setengah jam lebih belum ada tanggapan dari ketua pengadilan, membuat para pengujuk rasa berang. Syawani ( 68 ) dalam orasinya “ hakim di pengadilan Meulaboh sudah kehilangan palu, sehingga sudah tidak bisa menjatuhkan hukuman kepada orang yang telah melakukan tanda tangan palsu masyarakat Ule Pasi Ara”, ujarnya.

Kekecewaan-nya terhadap jaksa penuntut umum (jpu),” yang heran dengan sikapnya yang terkesan bertele-tele. “Padahal kasus ini hanya tinggal persidangan saja, dan hanya menunggu keputusan hakim. Tetapi kenapa tidak berlanjut, dan hanya diam saja, ujarnya syawani,  di sambut terikan massa”. Dia menambahkan,” ini pasti ada apa-apa nya yang tidak kita ketahui, mereka kira kita orang desa diam saja, karena di anggap kita tidak mengerti dengan masalah hukum, yang saya takutkan saudara-saudara ku ? jangan-jangan jaksa yang mencuri palu hakim “ sindir syawani dengan sambutan teriakan masa.

Darwis (35) koordinator aksi masyarakat minta keadilan mengatakan,” kami datang kemari meminta penjelasan dari ketua Pengadilan Negeri Meulaboh, kapan masalah pencermaran Geucik Nurdin dan tanda tangan palsu yang di lakukan Hendri Faisal akan di putuskan, karena kami sudah sangat tidak sabar menunggu berbulan-bulan di tunda-tunda padahal tinggal ketok palu saja. Menurutnya, siapa yang salah, agar di desa kami tidak ada dua kecik lagi” ungkap nya.

Sementara Fajri (23) dalam orasi-nya menyebutkan, kasus dengan No : 56/pid
B./2009/PN MBO, bagaikan nomor yang tabuh untuk diputuskan, mungkin karena yang
tersangka adalah caleg terpilih”, masyarakat meminta kepada Majelis Hakim, Muktar, SH, selaku hakim ketua agar mengajak para hakim anggota , Alfarobi, Dody  efrizon. Untuk mencari palu yang sudah hilang, agar kasus ini cepat di putuskan, teriaknya.

Tidak lama kemudian, setelah mendapat tekanan dari para pengunjuk rasa, akhirnya,” salah seorang pegawai Pengadilan Negeri Meulaboh meminta 4 orang untuk masuk kedalam untuk membicarakannya secara baik-baik. Mendengar ucapan tersebut masa dengan tegas menolak, “ kami mau kepala pengadilan ini yang turun kemari “ teriak Darwis, yang juga disambut dengan tepuk tangan para pengunjuk rasa.

Akhirnya setelah dibujuk pihak keamanan, para pengunjuk rasa
sepakat untuk mengirim perwakilannya masuk kedalam, yang diwakili oleh
Darwis, Ruslan, Syawani, dan Tgk. Haji. B.

setelah melakukan pertemuan tertutup selama 2 jam,” kami sepakat
karena ketua pengadilan Meulaboh berjanji akan memutuskan sidang tersebut
pada tanggal 26 Agustus 2009” jelas Darwis kepada Transparan.

Disela-sela aksi ujuk rasa, jaksa penutut umum (JPU) Rahmat, SH, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun terkait kasus ini. Dia tidak bisa memberikan keterangan, saat menjawab pertanyaan Transparan di kantor bupati.

Usai melakukan aksi di kantor pengadilan Negeri Meulaboh, para pengunjuk rasa bergerak kekantor Bupati Kabupaten Aceh Barat di Jalan Gajah Mada, yang bejarak 6 kilometer dari kantor pengadilan Meulaboh. sekitar pukul 14:30.

Setelah berorasi dan membaca tuntutan,” perjelaskan kasus stempel
ganda yang sekarang ada di dua desa (desa ule pasi ara dan sawang teubei)
yang sudah beredar hampir setahun dan kembalikan jatah Geucik sudirman
selaku kecik sawang teubei yang sah “, baca Darwis dengan yang di amin-kan oleh para pengunjuk rasa.

Dalam orasi-nya yang menyebutkan,” bupati harus sekolah lagi sebab bupati dinilai tidak mengerti dengan aturan pemecatan geucik. Menurutnya,  bupati tidak pernah menegur atau membina jika ada yang berbuat salah. Tetapi ini aneh ada geucik tidak salah apa-apa kok di pecat, memang nya kecik bupati yang pilih”, ungkap nya.

Ia menambahkan, jika kecik orang dekat bupati, baru di kasih
ingat dan di bina, kalau tidak dekat ya, seperti geucik kita langsung di pecat
tanpa menunggu proses hukum” ujar Darwis.

Lagi-lagi perwakilan masyarakat diminta untuk mengutus 4 orang untuk ketemu dengan setdakab Kabupaten Aceh Barat Drs.Banta Puteh, setelah melakukan pertemuan selama 4 jam lebih perwakilan para pengunjuk rasa keluar dengan wajah yang tampak kecewa, ketika di tanya hasil pertemuan tersebut “ tidak ada kejelasan, sekda minta kasus kecik sawang teubei akan sampaikan dulu ke bupati sebab bupati lagi di luar daerah dan selanjutnya akan di tinjak lanjuti secara hukum, jelasnya.

Akhirnya massa membubarkan diri saat azan Magrib berkumandang dan
berjanji akan kembali lagi dengan membawa massa yang lebih besar. ( TB 16 )

Iklan
Kategori:POLITIK HUKUM
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: