Beranda > Religi > TAFSIR : ALHAMDULILLAHIRRABBIL’ALAMIN

TAFSIR : ALHAMDULILLAHIRRABBIL’ALAMIN

TAFSIR :

ALHAMDULILLAHIRRABBIL’ALAMIN

Oleh Zulkarnain, MA

Alhamdu diartikan Madah atau pujian atas perbuatan baik yang keluar dari diri pelakunya tanpa paksaan (spontanitas). Tradisi Zaugh (insting/naluri) berbahasa Arab jahiliyah biasa menggunakan kata Itsna untuk memuji dewa lata dan uza, karena orang-orang Arab jahiliyah disamping memuji dewa-dewa mereka jika keinginannya terpenuhi, juga mencela jika keinginan-keinginan tersebut gagal diperoleh. Oleh karenanya setelah Islam datang untuk memuji Allah SWT tidak digunakan kata-kata Itsna tetapi diganti dengan kata-kata Alhamdu yang artinya pujian tanpa ada unsur celaan.

Alhamdu sering dimaknakan Mukhul Syukri (inti rasa syukur).  Pengertian Mukhul Syukri ini paling tidak dimaknai dengan tiga pengertian yang berbeda yaitu :

1.         Asy-syukru Lillahi wahuwa an shana’a ila khalqihi (bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan makhluknya).  Dalam persoalan ini terasa benar betapa kita wajib bersyukur kepada Allah SWT dalam bentuk aktifitas kepatuhan kepada Allah maupun mengucapkan kata syukur itu dalam bentuk pujian Alhamdulillah.  Karena apa yang Allah ciptakan untuk dan kepada kita, tidak tergantikan sedikitpun.  Ciptaan Allah yang dianugerahkan kepada kita tidak pernah sama dengan ciptaan makhluk-makhluknya.  Sebagai contoh, sepatu ciptaan manusia telah berulang kali kita ganti, tetapi telapak kaki ciptaan Allah sejak bayi hingga kini masih tetap bisa kita pakai dengan baik.

2.         Asy-syukur Lillahi bini’mihis sawabighu ’ala ’ibadihi alazina hadahum lil iman (bersyukur kepada Allah dengan nikmatNya yang telah mengarahkan hamba-hambanya kepada petunjuk iman).  Petunjuk iman adalah merupakan suatu hal yang sangat mahal harganya, dan hal itu tidak dapat ditukar oleh bentuk apapun.  Banyak manusia yang tidak mendapatkan petunjuk iman meskipun secara nasab mereka dekat dengan para Nabi dan Rasul.  Contohnya Nabi Ibrahim As dengan ayahnya, Nabi Nuh As dengan anaknya, Luth dengan anak dan isterinya, Nabi Muhammad SAW dengan pamannya.  Oleh karena itu kita bersyukur kepada Allah SWT dan segala puji hanya bagi Nya yang telah menganugerahkan petunjuk iman kepada kita.  Suatu hal yang perlu kita ingat, jangan sampai kita mempermainkan petunjuk Allah yang telah dianugerahkan kepada diri kita tersebut.  Karena hal itu dapat membuat kita sengsara dunia dan akhirat.

3.         Syukru wal wahdaniyah wal illahiyatullah alazi la waladahu wala syarikalahu wala ma’inalahu wala waziralahu (syukur kepada Allah dengan keesaan sifat dan zat Allah yang tidak beranak dan diperanakkan, tidak bersekutu, tidak berpenolong dan tidak berperwakilan).  Umat Islam wajib bersyukur karena anugerah Allah dalam bentuk konsepsi tauhid yang simple (sederhana), jelas serta mudah dipahami oleh lawan maupun kawan.  Tauhid adalah pangkal kekuatan semua agama, jika sistem pemahaman tauhid sebuah agama rumit untuk dipahami, maka secara otomatis uraian-uraian syariatnya juga sulit untuk diikuti.  Kesederhanaan sistem tauhid membuat subjek dakwah mudah menyampaikan pesan-pesan dakwahnya.

Uraian tentang Mukhul Syukri diatas dapat ditemukan dalam kitab tafsir Tanwirul Miqbas karya Syekh Abi Tahir Ya’kub Al-Fairuziy Abadiy halaman 1 terbitan Darul Fikri – Bairut – Libanon.

Menurut Rasulullah SAW jika rasa syukur tidak diiringi oleh pujian kepada Allah, maka rasa syukur itu dipandang tidak ada : ”Alhamdu ra’syu al syukri ma syakarallahu man lam yahmiduhu” artinya Pujian kepada Allah adalah seutama-utama rasa syukur, rasa syukur kepada Allah dipandang tidak ada bagi orang yang tidak memuji kepada Nya.

Mengenai hadits di atas dapat dilacak dalam tafsir Anwarut Tanzil Wa Asraru Takwil, karya Imam Al Baidhawy, hal 5, terbitan Musthafa Baabil Halaby – Mesir.

Rasa syukur melahirkan tambahan nikmat dan salah satu upaya dari menghindari siksa Allah yang pedih (surat Ibrahim ayat 7) dan rasa syukur itu menjadi sangat bermakna jika diiringi dengan pujian kepada Allah.

Menurut Rasulullah SAW, Tahmid atau pujian kepada Allah tetap kita panjatkan kehadirat Allah SWT dalam semua kondisi : ”Kana Rasulullah SAW : Iza ra’a ma yuhibbu qala alhamdulillah alazi bi ni’matihi tatimmushalihatu wa iza ra’a ma yakrahu qala alhamdulillahi ’ala kulli haalin”. Artinya : adalah Rasulullah SAW : jika melihat apa-apa yang menyenangkan mengucapkan segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmatnya dalam bentuk kebajikan yang sempurna dan jika melihat apa yang tidak disukai ucapkanlah segala puji bagi Allah atas setiap persoalan (HR Ibnu Majjah dari Aisyah).

Menurut Imam Al Baghawiy penulis tafsir Al-Khaazin, dalam kondisi suka maupun duka makhluk ciptaan Allah tetap memanjatkan puji syukur kepadaNya karena dua alasan yaitu :

1.         Rahmat Allah dan nikmatNya lebih banyak yang tercurah daripada cobaan dan duka cita.

2.         Lamul milki yang terdapat pada kata alhamdulillah adalah bermakna Al-Istihqaaq artinya hanya Allah yang berhak dipuji dan pujian itu hanya milik Allah.

Tahmid atau pujian kepada Allah adalah bentuk doa yang paling utama, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW berikut ini : ”Afdhalulzikri lailahaillallahu wa afdhaluddu’a alhamdulillah” artinya : Seutama-utama zikir tidak ada Tuhan melainkan Allah dan seutama-utama do’a adalah pujian bagi Allah (HR Tarmizi dari Abu Hurairah).

Setelah pembahasan Alhamdulillah, sekarang kita memasuki tentang kata Rabb.  Kata Rabb dapat diartikan paling sedikit delapan pengertian, yaitu : 1. Pemelihara. 2. Mengumpulkan. 3. Memperbaiki. 4. Menambah. 5. Mendekati. 6. Tuan. 7. Pemilik. 8. Memimpin.

Para mufasirin mengembangkan makna pertama sebagai pengertian Rabb, yaitu Pemelihara.  Maksudnya Allah yang  memelihara semua makhluk ciptaan-Nya dan juga memelihara benda-benda yang dibuat oleh makhluk-Nya.  Pemeliharaan terhadap makhluk-Nya dapat dibagi atas tiga bagian yaitu :

1.         Pemeliharaan terhadap eksistensi (keberadaan) makhluk, yaitu dalam bentuk pemeliharaan tumbuh dari kecil menuju besar.

2.         Pemeliharaan terhadap peningkatan kekuatan jiwa serta akal, yaitu dari labil menuju stabil.

3.         Pemeliharaan terhadap agama dan akhlak makhluk-Nya melalui wahyu dan didampingi oleh juru penerang yaitu para Rasul dan Nabi.

Sedangkan ’Alamin diartikan semua makhluk atau sesuatu selain Khalik (Allah SWT).  ’Alamin oleh Imam Al-Maraghi juga diartikan ’Alamat (tanda-tanda).  Artinya semua yang mengisyaratkan adanya Allah SWT itu disebut ’alamin.

Menurut Prof Buya Hamka, dalam tafsirnya Al-Azhar, hal 61, ’Alamin diartinya bermakna Am (umum) dan khas (khusus).  Secara umum ’alamin bermakna semua makhluk, sedangkan secara khusus ’alamin bermakna manusia seperti yang tercantum dalam surat Al-Hijir ayat 70.

Buya Hamka juga menjelaskan bahwa kata Alhamdulillah merupakan cermin Tauhid Uluhiyah (sifat keesaan Allah dalam pujian) dan Rabbil’alamin cermin dari keberadaan Tauhid Rububiyah (zat keesaan Allah pemelihara makhluk).

Pemahaman terdalam terhadap kalimat Alhamdulillahirabbil’alamin adalah mengantarkan setiap hamba Allah yang beriman agar berada pada sudut kesadaran akan kerendahan hati, sebagaimana Rasulullah SAW sangat rendah hati setelah berhasil memenangkan pertempuran dengan kafir Quraisy.  Bahkan menurut Prof Buya Hamka pada waktu Rasul berhasil menaklukkan Mekkah pada hari Fathul Mekkah, Beliau memasuki kota Mekkah dengan mengendarai unta kesayangan Beliau yaitu Al-Qaswaa.  Terlihat Rasulullah tidak mengangkat kepalanya dengan pongah seperti layaknya kebanyakan orang yang memenangkan peperangan, Rasul SAW malah menundukkan kepalanya dalam-dalam hampir lekat dengan leher untanya sebagai rasa syukur atas nikmat Allah kepadanya.

Semoga kesadaran yang dalam seperti yang terdapat pada diri Rasulullah SAW tersebut juga tercermin pada umat dan setiap pengikutnya.

Alhamdulillahirabbil’alamin.

Wallahu ’alam bi sawab…..

(Penulis merupakan : Majelis Syura Forum Penegak Syariat Islam (FPSI) Kota Langsa / Anggota MPU Kota Langsa / Dosen STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa)

Iklan
Kategori:Religi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: