Beranda > Budidaya > ‘Muslim’ Tergiur dengan Pedasnya Cabe

‘Muslim’ Tergiur dengan Pedasnya Cabe

Oleh : Hamid

Picture2‘Masak tanpa cabai, ibarat sayur tanpa garam. Kenapa…?. Mayoritas masyarakat kita membutuhkan cabe sebagai bumbu masakan yang pedas dan nikmat untuk dijadikan santapan sebagai sambal’,begitulah, kata Muslim (25 ), pria asal Alue Bu Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Yang sekarang berdomisili di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Muslim bertekad terjun dalam usaha agrobisnis tanaman cabe, menurutnya, jenis tanaman ini mudah untuk dibudidaya, dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sedangkan cara budidayanya juga tidak terlalu rumit.

Di ketahui tanaman cabe sangat toleran hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah,  apapun jenis tanahnya, tidak akan jadi masalah untuk tanaman yang satu ini, asalkan ada kemauan dan diolah dengan baik. Untuk mendapatkan hasil tanaman dengan pertumbuhan dan produksi yang baik, maka sebaiknya ditanam pada tanah berstruktur remah atau gembur yang kaya akan bahan organik’, kata lelaki yang mengaku pernah belajar tentang agrobisnis di Sekolah Pertanian Saree, Aceh Besar selama 8 bulan, kepada Transparan, Kamis pekan laluDengan modal awal Rp.9.400.000,-an dari kantong pribadi sebesar Rp.2.400.000,- dan selebihnya dari hasil pinjaman kawan terdekatnya dengan jaminan satu unit sepeda motor, Muslim mulai menekuni dan mencoba mempraktekkan ilmu agrobisnis yang didapatnya dengan menanam cabe sebanyak 8.000 pohon di lahan sawah seluas 10 rantai lebih, milik masyarakat setempat yang ia tumpangi.

PERSEMAIAN

Menurutnya, Benih tanaman cabe yang baik dapat diperoleh dari buah cabe yang sudah tua, bentuknya sempurna, tidak cacat dan bebas dari hama penyakit, lalu buah cabe dibelah secara memanjang, dikeluarkan bijinya dan dijemur hingga kering. Benih dari biji seperti ini bisa langsung disemai’ akunya. Untuk mendapatkan benih yang bagus juga bisa diperoleh di toko-toko pertanian terdekat..

Tanaman ini sebaiknya ditanam dalam bentuk bibit, maka diperlukan tempat persemaian. Meskipun sangat sederhana dengan menggunakan atap daun kelapa, daun pisang atau alang-alang pun bisa menjadi sarananya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya sebelum benih disemai, tanah persemaian harus diolah terlebih dahulu supaya gembur juga dapat menambahkan pupuk kandang dengan cara mencampurkannya hingga merata. Disertai penyiraman secara teratur sehingga dalam waktu 20 hari bibit sudah bisa ditanam di bedeng yang sudah disiapkan.

PERAWATAN

Dengan melakukan perawatan yang intensif harus disertai  pemupukan secara teratur, agar pada umur 1 bulan 20 hari, sudah dapat memetik hasil panen perdana untuk buah cabe yang masih berwarna hijau., sedangkan panen selanjutnya dapat dilakukan secara rutin per 10 hari. Apabila ingin mendapatkan buah yang berwarna merah, panen pertama dilakukan setelah tanaman mencapai umur 2 bulan 15 hari, lalu panen selanjutnya dapat dilakukan  dalam 4 hari sekali. Ciri-ciri cabe siap petik terlihat dari warnanya yang sudah penuh dan mengkilat, apabila dipegang terasa keras dan berisi.

Pada musim panen pertama Muslim dapat memetik hasil sekitar 600 kg cabe hijau,  hasil panen yang kedua meningkat sekitar 900 kg, sedangkan panen ke tiga sekitar 1.100 kg. Diperkirakan sampai  panen kelima hasil akan terus meningkat, baru pada panen keenam hasilnya akan turun seperti pada saat panen pertama kali, namun hasil panen akan meningkat lagi setelah dilakukan pemupukan dan perawatan secara rutin.

Menurutnya, Muslim hanya menggunakan pupuk NPK saja, belum berani menggunakan pupuk jenis lain karena takut terjadi kesalahan yang bisa mengakibatkan gagal panen. ‘Alhamdulillah pak, harga cabai di Pasar Kota Langsa mencapai Rp.10.000,-/kilogram, saat ini saya sudah bisa membayar semua pinjaman dari kawan saya’, akunya sambil menghisap asap rokok dalam-dalam.

Untuk mengatasi penyakit pada tanaman cabe yang biasanya muncul yaitu keriting daun, bintik dan daun kuning, dapat menggunakan Bamex dengan cara disemprotkan dengan komposisi takaran yang sudah ditentukan, daun muda yang baru muncul akan bagus kembali. Sedangkan hama semut dan ulat, lebih mudah mengatasinya dengan melakukan penyemprotan racun. ‘Perawatan tanaman cabe tidak terlalu sulit pak’, jelas lelaki yang berperawakan tegap dan tinggi ini.

Apabila perawatan dan pemupukan dilakukan dengan baik, diperkirakan tanaman dapat dipanen sampai umur 8 bulan. Muslim memperkirakan sampai tanaman tidak produktif lagi, total hasil yang bisa diperoleh sebanyak 7 sampai 8 ton atau Rp. 70 – 80 jt. ’Tetapi itu belum dikurangi modal, biaya pupuk, racun dan tenaga pak’, ungkapnya.

Selama 3 tahun terjun di usaha agrobisnis ini, Muslim pernah beberapa kali didatangi oleh petugas pertanian dan diberi saran-saran, tetapi sama sekali belum pernah  mendapatkan bantuan modal dari pemerintah daerah setempat. ‘Saya hobi masalah agrobisnis pak, punya kemampuan dan kemauan, tetapi modal yang masih kurang, kalau ada bantuan permodalan, saya sangat senang’, tegasnya, serta berharap hasil panennya kali ini lebih bagus dan harga cabai pun tinggi.***

Iklan
Kategori:Budidaya Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: