Beranda > LAPORAN UTAMA > Tenggelam Dalam Bantuan

Tenggelam Dalam Bantuan

Laporan : Chaidir Azhar

nekMEULABOH,Transparan-Keindahan panorama Pantai Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat ternyata tak dapat dirasakan oleh semua orang yang bermukim disepanjang pantai bersejarah, itulah yang tergambar dari raut wajah Rukiyah (73) seorang nenek yang tinggal menetap dikawasan pantai Meulaboh.
Pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh lima tahun silam, berbagai bantuan mengalir ke Tanah Rencong, tujuannya, untuk membangun kembali kehancuran Bumi Teuku Umar. Namun, bantuan yang mengalir tersebut belum dapat dirasakan sepenuhnya oleh sebagian mereka yang menjadi korban keganasan alam itu, seperti halnya Rukiyah yang akrab disapa Nek Rukiyah oleh warga sekitar.
Kehidupan Nek Rukiyah, berbeda dengan Nenek yang lain, meski masih bersama anak dan cucunya, namun Kehidupan Rukiyah hanya sebatang kara, tak ada yang mewah dalam kehidupannya, hidupnya di sebuah gubuk beratap terpal beralas tanah dengan ukuran 2 X 3 meter.
Memang sebelum tsunami ia sempat menduduki rumah miliknya, walaupun dengan ukurannya yang sederhana dengan peralatan rumah tangga seadanya. Tiada disangka, Bencana Tsunami melanda Kota Banda Aceh lima tahun silam, rumahnya amblas diseret arus buas yang masih menghantuinya. Sebagaimana temannya yang lain, nasib Rukiyah tidak beda jauh. Tapi yang membuat kecendrungannya, kini sebagian tetangganya telah menempati rumah baru, hasil bantuan dari berbagai kalangan.
Sementara Rukiyah sendiri masih tinggal di ukuran gubuk. Dulu janji Pemerintah sempat membuatnya sempat merasa lega, saat mendengar dari para pemimpin negeri ini,“ yang katanya, akan berupaya sekuat mungkin memberi bantuan rumah kepada korban bencana Tsunami. Selain diketahui Presiden, Gubernur, Bupati Aceh Barat juga pernah berjanji saat itu, bahkan Bupati sempat mengeluarkan kata-kata, jika tidak ada dana yang lain pihaknya akan memakai dana APBK untuk membangun rumah korban tsunami” kata Rukiyah mengenang janji. Pemerintah, bahwa korban Tsunami akan menerima rumah bantuan. Toh…sampai hari ini tidak kunjung tiba.
Menurutnya, untuk mengurus rumah bantuan itu, dia sudah sangat lelah, berbagai upaya telah ditempuh, termasuk ikut berdemo ke Banda Aceh bersama rekan senasib beberapa waktu lalu, ujarnya dikediaman yang tidak seelok rumah tetangganya, kepada Transparan beberapa waktu lalu.

Sambil terisak-isak Nek Rukiyah melanjutkan pembicaraannya, menurut dia janji pemimpin hanya manis di bibir saja, nyatanya sampai hari ini dia bersama warga yang lain belum bisa menikmati bantuan yang bergulir ke Aceh pasca tsunami. Akibat tak ada bantuan dan saudara yang bisa menampung rukiyah, ia terpaksa harus menjalani hidup dengan mandiri walaupun usia nya sudah senja, setiap hari terpaksa mengumpulkan kayu bakar untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya.

Dana pemberdayaan ekonomi masyarakat sempat ia dengar pernah bergulir kepada kaum miskin, namun tak pernah ia rasakan..“saya sering dengar ada bantuan pemberdayaan ekonomi, dan berbagai macam lainnya, namun saya tak pernah mendapatkan dana itu, lanjutnya, kalau saya tidak kumpul kayu bakar di tepi laut, tentu priuk saya terpaksa di gantung” ujarnya dengan nada sedih.

Ironisnya lagi, kata Nek Rukiyah, sekarang sudah ada Team Verifikasi masalah korban tsunami yang belum mendapatkan rumah bantuan dan tempat pelaporan rumah ganda, ternyata menurut amatan ia, Team tersebut hanya formalitas belaka, seperti yang lalu juga, memang tambahnya, dalam penyusunan team itu termasuk orang elit, yakni banyak nama pejabat, tetapi nyatanya mereka tidak pernah berkerja di dalam team itu, hanya anak-anak mahasiswa yang selalu terlihat aktif. “ sebenarnya kami tidak perlu team ini dan team itu, yang penting rumah untuk kami dibangun terus, apa lagi kayak saya sekarang sudah tua, tinggal gubuk reot lagi, kalau memang tidak ada jangan dijanjikan, untuk apa team itu bikin habis uang saja” papar Rukiyah kesal.

Di sisi lain, Ketua Team Verfikasi Rumah Bantuan Korban Tsunami Fuadri, S.si Wakil Bupati Aceh Barat, di aula Bappeda usai pengukuhan Team Verifikasi mengatakan, Team tersebut di bentuk guna memenuhi permintaan, masyarakat korban tsunami, team Verifikasi yang dibentuk akan bekerja selama dua belas minggu terhitung mulai tanggal satu juli 2009, dengan SK Bupati, ujarnya saat itu.

Fuadri menambahkan, Team yang dibentuk itu akan melakukan pendataan ulang para korban tsunami yang ada di dalam data BRR, sebab dalam data BRR itu banyak yang bermasalah, diantaranya ada yang sudah mendapatkan rumah di pihak pemberi bantuan yang lain.

Ia menegaskan, Team tersebut tidak akan main-main dalam melaksanakan tugasnya, “bila ada kedapatan yang menguasai rumah lebih dari pada satu unit, akan ditarik kembali dan rumah tersebut dan akan diberikan kepada yang lebih berhak menerimanya.

Ketua Team Verifikasi menghimbau kepada warga agar jangan sungkan memberikan laporan jika ada yang memiliki rumah ganda, sebab tanpa informasi dari warga, pihaknya akan kewalahan dalam bekerja. “kami sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak agar mendukung kinerja Team Verifikasi ini” paparnya, usai pengukuhan team.

Saat ditanya tentang kapan akan dibangun rumah untuk korban tsunami yang belum mendapatkan haknya, Fuadri belum bisa memastikan, pasalnya pihaknya akan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak yang mempunyai peran penting dalam hal itu, diantaranya, Badan Kesinambungan Rekontruksi Aceh (BKRA) dan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) “kami tidak mau berjanji lagi, kapan waktunya, namun pihak akan berupaya terus untuk menggalang para donatur, baik lokal mau pun internasional, agar rumah untuk para korban tsunami bisa terbangun, pungkasnya.**

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: