Beranda > LAPORAN UTAMA > Warung “Esek-esek” Menjamur, Warga Resah

Warung “Esek-esek” Menjamur, Warga Resah

HALABAN,Transparan-Sejumlah kalangan di Desa Halaban Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Warurunf esek-esekUtara, kecam keberadaan warung remang-remang (esek-esek-red) yang tumbuh bagai Jamur dimusim penghujan.

Perilaku kurang bermoral sepertinya mulai ditunjukkan oleh sebahagian generasi, baik oleh generasi yang berada di desa maupun generasi diluar desa, khususnya mereka yang berada di sekitar Desa Halaban. Setidaknya, itulah pendapat Kepala Desa Halaban, Supriadi Tarigan, SE, tentang keadaan desa yang dipimpinnya sejak tahun 2008 lalu, akibat kian menjamurnya warung “esek-esek” ini. “Warung remang-remang ini, bisa dikatakan menjadi salah satu sumber dari berbagai bentuk kejahatan.” katanya kepada Transparan, beberapa pekan lalu.

Tak tanggung, upaya rencana penertiban pun digalang, tak hanya penggalangan massa melalui berbagai lapisan tokoh warga setempat, tetapi, kalangan remaja juga turut dilibatkan, seperti, mengajak warga untuk membentuk sebuah wadah pengajian dan pembentukan kelompok remaja masjid. Hal tersebut dimaksudkan, agar mencegah berubahnya prilaku negatif generasi muda yang belum terkontaminasi sepenuhnya oleh keadaan lingkungan di sekitarnya. “Kita berupaya agar generasi muda ini dapat melakukan hal yang lebih positif, bukan hanya untuk dirinya semata tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat, setidaknya untuk memberi harapan lebih cerah terhadap masa depan mereka sendiri.” tutur Supriadi.

Kekuatiran Supriadi dengan menjamurnya warung remang-remang ini, memang memiliki alasan tersendiri dan patut untuk dijadikan sebuah pertimbangan khusus, karena tidak jarang warung-warung tersebut dijadikan tempat praktik protitusi dan peredaran minuman keras, yang notabene bila dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan efek perubahan perilaku.

Upaya penentangan terhadap keberadaan warung “esek-esek” tidak hanya sebatas penyuluhan dan sosialisasi terhadap warga setempat saja, tetapi, perlu juga mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah kabupaten, dalam hal ini jajaran Muspika hingga Muspida Kabupaten Langkat, disamping adanya dukungan Majelis Ulama kabupaten setempat. “Kita juga telah melayangkan surat kepada Muspida dan Muspika, juga Majelis Ulama, agar mereka dapat turun ke lapangan melakukan upaya penertiban, kalau masyarakat yang langsung turun, kita kuatir akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.” lanjutnya.

Menurut Supriadi, warung remang-remang tersebut merupakan duri dalam daging, bila tidak dicabut maka sakitnya tidak akan pernah hilang. Kata dia, Semua itu akan terlaksana bilamana warga turut berpartisipasi dan memiliki komitmen kuat untuk sekaligus ikut turut serta berperan aktif dalam mengentaskan kemaksiyatan di lingkungannya.

Satu-satunya harapan yang dimiliki adalah terbebasnya Desa Halaban dari berbagai kegiatan yang mengarah kepada perbuatan kemaksiatan, “Yang terpenting bagaimana caranya kita dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang betul-betul memiliki moral dan akhlak mulia, tentunya, kita harus dapat mensterilkan lingkungan kita dari berbagai kegiatan yang bersifat merusak akhlak dan moral.” tandasnya.(TB18)

Iklan
Kategori:LAPORAN UTAMA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: