Beranda > Nusantara > PEMBANGUNAN PELABUHAN SRI BINTAN PURA MACET

PEMBANGUNAN PELABUHAN SRI BINTAN PURA MACET

TANJUNGPINANG,Transparan-Ide boleh datang dari siapa saja, yang penting etos kerja dan kebersamaan tidak jauh panggang dari api. Sejak dicanangkan FTZ perdagangan bebas di wilayah Provinsi Kepri, namanya melejit tak alang kepalang. Resminya 5 bulan lalu, Batam, Bintan dan Karimun, wilayah yang ditunjuk setelah bergulat memperjuangkannya ke tingkat pusat. Nyaris, sekalipun konstribusi untuk masyarakat di daerah masih hitung-hitungan, lalu apa yang terjadi?.

Daerah ini adalah wilayah yang mendapat keistimewaan sebagai pintu gerbang pariwisata, dan perdagangan bebas untuk berinvestasi. Selain corong daerah sebagai perbatasan Singapura, Malaysia dan ke 4 benua lainnya, yakni Amerika, Eropa, Asia dan Australia. Sehingga banyak Investor yang melirik daerah ini untuk dijadikan tempat menanamkan modal. Selama ini berbagai ide telah disodorkan, diantaranya masalah sarana dan prasarana yang mendesak, seperti pelabuhan bongkar muat barang dan orang yang datang  keluar masuk wilayah perdagangan bebas itu tadi.

Berbagai konsep, ide untuk membangun pelabuhan terus datang silih berganti, utamanya pengembangan pelabuhan utama Sri Bintan Pura yang akan menelan biaya sebesar Rp.454 Milyar. Namun, membawa petaka dan perseteruan dua raksasa perusahaan pengembangan di situ. Akibat perseteruan dua raksasa pengembang itu pula, pembangunan pelabuhan Sri Bintan Pura di Kepri macet dan diambil alih oleh pusat.

Sri Bintan Pura adalah pelabuhan yang akan dikembangkan menjadi pelabuhan yang berarsitektur melayu dengan delapan lantai, dilengkapi Mall, Hotel dan tempat parkir bertingkat. Mega Proyek Pengembangan Pelabuhan bernilai Rp.454 miliyar itu, menjadi rebutan antara PT Pinang sukses milik Desmon Goh yang telah mendapat izin prinsip dan PT Bangun Bandar Cemerlang, milik H Huzrin Hood tokoh sentral pejuang Provinsi Kepri  yang bekerja sama dengan BUMD Provinsi Kepri.

Masing-masing pihak yang berseteru, mempunyai andil yang cukup besar untuk mendapatkan mega proyek itu. Pihak PT Pinang Sukses merasa telah mempunyai izin prinsip, sementara PT Bangun Bandar Cermelang yang berkerjasama dengan BUMD merasa mempunyai hak Prerogratif karena adanya bendera BUMD milik daerah disinyalir mencari keuntungan sebagai sumber PAD Kepri.

Macetnya pengembangan pelabuhan Sri Bintan Pura, kini jadi buah bibir khalayak ramai. Karena pelabuhan itu tidak segera dilakukan pengerjaan. Menyangkut perizinan. Sehingga mega proyek itu terkesan terkatung-katung.  Hal itu diungkapkan Huzrin Hood dari PT Bangun Bandar Cemerlang kepada Transparan di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Menurutnya, pihak walikota tidak merestuinya, meski telah kami usahakan untuk bertemu dengan Walikota. Masih kata,Huzrin tentang pelabuhan yang kini melayani ferry domestic dan internasional itu akan memakan anggaran Rp.454 Milyar. Anggaran itu untuk bangunan fisik, sarana dan prasarana, pemindahan kantor, perizinan dan manajemen konstruksi.

Keterangan Huzrin ini didukung oleh pemaparan Suratman S.Sos selaku Asmen Hukum, humas & keamanan Pelabuhan dari Pelindo Tanjungpinang. Ia menjelaskan, bahwa perseteruan itu seharusnya tak perlu terjadi, pihaknya akan berusaha agar pihak yang berseberangan dapat duduk satu meja, karena sedang diusahakan oleh Pelindo Pusat mencarikan solusinya, ya kalau perlu kita mintakan Pak Gubernur dapat menjembataninya.

“Menyinggung masalah pembangunan Pelabuhan Sri Bintan Pura, tak hanya itu yang menjadi skala prioritas, tapi pelabuhan Bongkar Muat Barang di KM 6 dan Sei Tocah sebagai pembangunan Pelabuhan Samudra, bukan hanya Pelabuhan Sri Bintan Pura saja”, tegas Sutarman. Dengan dibangunnya pelabuhan itu nantinya, akan menjadi Mix Use Building atau bangunan multi fungsi. Sri Bintan Pura tidak hanya sebagai pelabuhan saja, tetapi juga berfungsi sebagai pusat bisnis yang akan dilengkapi dengan mall berlantai tujuh, pusat jajan, tempat parkiran dan semua instansi terkait berkantor di sana. Seperti Imigrasi, KP3, Bea Cukai, Dinas Kesehatan Pelabuhan, Karantina dan ada yang berhubungan dengan pelabuhan. Penjelasan Sutarman itu secara terpisah juga disampaikan Huzrin, yaitu terminal luar negeri akan dibuat dua lantai, sedangkan terminal dalam negeri akan diubah menjadi tiga lantai. Pelabuhan itu nantinya akan berdiri setinggi empat lantai diatas lahan seluas lima hektar. Saat ini Sri Bintan Pura masih berdiri diatas lahan sekitar satu hektar.

Untuk itu terpaksa dilakukan reklamasi pantai sekitar empat hektar lagi. Penimbunan untuk menambah lahan lagi seluas empat hektar tersebut akan dilakukan dari pelabuhan yang ada sekarang. Maksudnya, kearah sebelah kiri bila menghadap ke Penyengat. Menurut Humas Pelindo Tanjungpinang, wacana ini, sudah tercetus sejak Bapak Pasuruan Arianja. Dia melihat jauh sebelum Provinsi Kepri lahir. Tentang tata letak Pelabuhan di Indonesia.

Melihat Kota Tanjungpinang dengan kondisi pelabuhannya yang seperti itu. Pasuruan Herman Harianja berfikir ke depan bagaimana caranya menata pelabuhan kota ini agar dapat menampung arus lalu lintas laut. Apakah itu di pelabuhan Sri Bintan Pura, Batu Enam Sitocah dan Kijang.

Membuat Konsep seperti Situlang Laut di Malaysia, dermaga yang menjorok kedepan dengan ditambahkan beberapa ruang, ruang dalam negeri 1, ruang luar negeri 2 juga ada sebuah gudang yang didalamnya terdapat kantor, Bea Cukai, KPLP, Supermarket dan lain sebagainya. Lantaran disinilah tempat bertemunya para otomunisi. Gedung ini akan dibangun 5 tingkat dan diatasnya tempat pendaratan Helikopter.

Semua ini butuh proses untuk mengaplikasikan konsep Situlang Laut. Melihat kondisi tersebut, rencananya Lahan sekitar akan diratakan untuk lahan parkir. Hal ini butuh proses panjang dan pematangan yang pas yang akan menggandeng BUMD Provinsi melalui kepengurusannya sebagai pengelola utama. Proyek ini juga nantinya tidak terlepas dari peran investor, apabila nantinya ada peran swasta, itu akan mengerjakan bangunan ABC dan sebagainya.

Dengan demikian pelabuhan tersebut akan menjadi ikon Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. Harus difikirkan, terutama dari segi anggaran kira-kira possible atau tidak, bisa diakomodir atau tidak, tegasnya saat presentasi mega proyek pembangunan pelabuhan tersebut di Hotel BBR, belum lama ini.

Hal serupa juga diungkapkan Walikota Tanjungpinang, Suryatati. Ia tidak ingin pembangunan pelabuhan tersebut setengah-setengah. “jangan sampai wajah tanjungpinang bopeng pula.” Ujar Tatik. Menjawab kekhawatiran tersebut, Huzrin Hood berjanji akan mampu menyelesaikan pembangunan proyek ini selama satu tahun delapan bulan sejak izin dikeluarkan.

“Satu tahun delapan bulan bangunan itu sudah bisa digunakan,” tegas Huzrin Hood. Namun sampai saat ini belum disepakati kapan proyek tersebut akan dimulai pekerjaannya. PT BBC masih mengurus berbagai perizinan untuk berbagai pengerjaan dalam proyek di maksud.

Kepala Bapedal Tanjungpinang, Yulianus Muchtar menyampaikan bahwa bangunan pelabuhan yang akan berdiri setinggi delapan lantai itu jangan sampai menghalangi view gedung daerah. Ia juga berharap tugu dan Asean Corner jangan sampai tergusur, karena memiliki histories tersendiri. “jangan sampai Gedung Daerah terhalangi, begitu juga tugu dengan Asean Corner,” ujarnya. Ia menambahkan tidak hanya bangunan pelabuhan saja yang harus difikirkan, tetapi juga akses jalan.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kepri Azibar. Ia setuju bila nantinya akan dibangun Ring Road sebagai sarana pendukung menuju pelabuhan Sri Bintan Pura yang baru, karena jalan yang ada selama ini tidak memadai. Huzrin Hood menyambut baik sarana tersebut. Ia mengatakan Tugu dan Asean Corner akan tetap dipertahankan. Ia juga mengatakan pembangunan tersebut akan dilakukan bertahap dan pelabuhan akan dibangun paling akhir. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu jalannya pelayaran karena dilengkapi Dermaga Kapal Pesiar.(TW.09)

Iklan
Kategori:Nusantara Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: