Beranda > Nusantara > RESTORAN TAPAK SIRIH DI PUNCAK GEDUNG

RESTORAN TAPAK SIRIH DI PUNCAK GEDUNG

Picture1TANJUNG PINANG,Transparan- Butuh waktu satu tahun bagi PT. Rancang Adhya Selaras untuk mempersiapkan master plan pelabuhan Sri Bintan Pura yang baru. Berbagai rujukan arsitektur pun digunakan, tak terhitung pula sudah beberapa kali master plan itu direvisi oleh 50 arsitek yang terlibat dalam rancangan ini. “Kami harus menggabungkan tingkat keamanan pelabuhan yang tinggi, dengan mall yang mengundang ramai orang serta hotel yang merupakan area privasi harus berenergi,” ujar Ir. Seno Prakoso MI, arsitek yang juga Direktur PT. Rancang Adhya Selaras, belum lama ini.

Ditambahkan, bangunan setinggi delapan lantai yang berdiri diatas lahan lima hektar tersebut tidak boleh menutupi view gedung daerah, terlebih Gubernur Kepri Ismeth Abdullah ingin bangunan tersebut berasitektur modern, namun tidak meninggalkan akar budaya Melayu, serta dapat mewadahi semua fungsi dan potensi. “keinginan Gubernur bangunan itu mencerminkan Tanjungpinang dengan 50 tahun kedepan, “Ujar Seno. Untuk merancang bangunan mall tersebut, kata Seno tidak terlalu sulit, apalagi di Indonesia sudah banyak bangunan mall yang bagus .

Yang agak sulit adalah merancang pelabuhan, karena pelabuhan itu diharapkan akan menjadi ikon bangunan secara keseluruhan dan menjadi pelabuhan terpadu. Tidak hanya untuk kapal-kapal domestic dan internasional, tetapi juga kapal pesiar. Karena selain menyiapkan dua ponton untuk pelabuhan Internasional, tiga ponton untuk pelabuhan domestik. Juga disediakan satu dermaga cruise atau kapal pesiar dapat mengunjungi Pulau Penyengat dan pulau sekitar.

Pelabuhan tersebut juga harus berstandar internasional, baik dari segi keamanan maupun tingkat efisiensi. Untuk rancangan pelabuhan ini, sedikit mangadopsi pelabuhan Singapura. Sirkulasi penumpang lebih efisien dan juga kenyaman. Yang menarik dari bangunan ini nantinya adalah akan ada restoran diatas gedung. “Restoran ini berbentuk tepak sirih, sebagai ungkapan selamat datang.” ujar Seno.

Hal itu untuk menampilkan kesan arsitektur Melayu. Selain itu pintu juga akan dipasang ukir-ukiran Melayu. Tim harus mempelajari arsitektur Melayu Pesisir. Pekan Baru pun menjadi rujukan untuk mempelajari budaya arsitektur Melayu. Studi literatur tentang budaya Melayu di Johor juga tak ketinggalan menjadi referensi.

Tatik Belum Teken Rekomendasi

Walikota Tanjungpinang, Suryatati A. Manan masih belum menandatangani rekomendasi untuk pembangunan Pelabuhan Sri Bintan Pura. Menurut Tatik, masih ada beberapa poin yang harus diperjelas. “Kami masih mau tahu possibellity, sumber dana dan juga MOU pelabuhan tersebut, Ujar tatik, pekan lalu.

Rincian anggaran tersebut untuk mengetahui, beberapa anggaran yang menjadi tanggung jawab BUMD, PT. Pembangunan Kepri, PT. Pelindo dan pihak swasta, ia mengatakan beberapa hal tersebut masih belum pantas. Ditambah lagi PT Pelindo harus terlebih dahulu mencabut surat izin yang diberikan kepada perusahaan yang akan membangun pelabuhan sebelum PT. Bandar Bangun Cemerlang.

Menurutnya, izin itu harus dicabut terlebih dulu, sekarang kan kontraknya PT. Bandar Bangun Cemerlang, sedangkan yang lama belum dicabut izinnya. Karena itu kami tak mau ada masalah dibelakang nantinya.”ujar Tatik. Asmin Hukum, Humas dan Keamanan PT. Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, Suratman mengatakan, masalah anggaran juga pencabutan izin bukan wewenang Pelindo Tanjungpinang, tetapi kewenangan Pelindo Pusat Medan.

“Kami tidak punya kapasitas untuk menetapkan anggaran dan juga mencabut izin seperti permintaan Bu Wali. Itu wewenang PT. Pelindo I Medan,” ujar Suratman. Namun menurut Huzrin, Desmon menganggarkan Pelabuhan Sri Bintan Pura tak lebih dari Rp55 Miliyar, namun ada tapinya, Desmon akan membuat ruko di pelabuhan itu.

Bedanya dengan desmon saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengatakan, kalau wacana ini sudah lama ia sampaikan ke berbagai pihak, sebelum tampilnya Perusahaan Huzrin dan BUMD. Kalau boleh dibilang, ibarat pacuan kuda, kepala kuda saya didahului, tinggal lagi bagaimana proyek itu bisa dikerjakan bersama seperti diisyaratkan Suratman, ini soal bagi-bagi kue saja, sebetulnya ini bisa diaturkan pak!… Semua tak ada yang tak bisa diatur kok, kata dia.(TW09)

Iklan
Kategori:Nusantara Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: