Beranda > Daerah > Irigasi KM 5 Tak Berfungsi, Petani Resah

Irigasi KM 5 Tak Berfungsi, Petani Resah

BIREUEN,Transparan-Petani di Kemukiman Juli Barat, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, hanya dapat mengurut dada, pasalnya irigasi yang seyogianya dapat mengairi sawah mereka, kini hanya berdiri tegak tanpa ada air yang mengalir.

Akibat tidak berfungsinya irigasi yang pernah dicanangkan di KM 5 jalan Lintas Bireuen-Takengon ini,  warga kembali menanti masuknya musim penghujan untuk dapat turun mengolah areal persawahan mereka. “Sekarang kami hanya bisa mengandalkan cuaca atau tunggu musim hujan baru sawah bisa diolah, jika tidak seperti yang  dialami saat ini, seluruh areal yang sudah ditanam mati akibat kekeringan” sebut M.Nasir salah seorang warga Juli Meunasah Mee yang ditemui Transparan, Rabu (30/7).

Lain lagi yang dikatakan Abdullah petani asal Peuraden, irigasi di KM 5 yang dibangun sebelum Tsunami malanda Aceh, masih terlihat tegak berdiri dikawasan itu, namun fungsinya sebagai irigasi yang nyata tidak pernah dirasakan warga sepenuhnya, usaha pengaktifan irigasi dimaksud oleh pemerintah setempat diakui memang ada, akan tetapi hasilnya dirasakan masih jauh dari harapan warga.

Para tokoh masyarakat dari Kejrun Blang Kemukiman Juli Barat Tgk.Taher Syamaun dan Geusyhiek Juli Mns.Mee serta Wabub Tgk.Busmadar Ismail pernah berusaha memasang satu unit trafo di KM 5 dengan tujuan untuk menarik air dari anak sungai, akan tetapi akibat kondisi air tidak stabil menyebabkan air yang masuk kesaluran irigasi tidak sesuai dengan air yang dibutuhkan untuk areal persawahan, akibat kendala ini pula menjadikan tagihan rekening listrik membekak hingga belasan juta rupiah setiap tahunnya.

Walau antisipasi terhadap pembengkakan pengunaan listrik telah dilakukan dengan cara patani menyisihkan 1 kaleng gabah atau 8 bambu per 1000 meter lahan, namun tetap saja belum dapat menutupinya, bahkan sejumlah areal persawahan di Kemukiman Juli Barat tetap saja tidak mendapatkan suplai air dari irigasi dimaksud.

Areal kami memang lahan tadah hujan susah dikendalikan jika sama sekali tidak punya irigasi yang teknis, ujar Murdani dari Seuneubok Peuraden , sawah Batee Raya yang dikenal subur pernah tidak digarap bertahun-tahun setelah Waduk Peuraden tidak berfungsi sejak 1980 an.

Untuk itu mereka berharap agar Pemkab Bireuen dapat memperhatikan nasib para petani, “Kami tidak minta uang pada Tgk.Nurdin dan Tgk Busmadar yang menjadi Bupati saat ini, Bapak Bupati harus mencari solusi yang tepat dan berusaha memperbaiki irigasi di KM 5 agar air yang disuplai kelahan kami di Kemukiman Juli Barat dienam gampong, benar-benar terwujut dan nyata.” ujar Nurdin.* (TW.05)

Iklan
Kategori:Daerah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: