Beranda > Religi > MENCEGAH KEMUNGKARAN

MENCEGAH KEMUNGKARAN

zoelOleh Drs. Zulkarnaen, MA

“Dari Abi Sa’id Al-Khudri dan Ishaq, aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya (kekuasaannya) jika tidak mampu merubah dengan tangan (kekuasaanya), maka rubahlah dengan lisannya (nasihat), maka jika tidak mampu juga, dengan hati (yang tidak menyetujui kemungkaran) dan itu selemah-lemahnya iman.” (HR Ibn Hiban dalam kitab sahih Ibn Hiban bin Tartib Ibn Balban).

Hadits di atas menjelaskan adanya perintah dari Rasulullah SAW kepada umatnya untuk melakukan pencegahan terhadap setiap jenis kemungkaran dan pencegahan tersebut disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan yang dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW, jika ia mempunyai kekuasaan dengan kekuasaan itu ia mencegah kemungkaran, jika ia mampu dengan nasehat maka ia harus menggunakan lisannya untuk menasehati orang yang berbuat kemungkaran dan jika ia tidak memiliki kemampuan apapun paling tidak hatinya menolak kemungkaran tersebut.

Berbagai realitas kemungkaran terkadang begitu jelas menari-nari didepan pelupuk mata kita, namun tidak kunjung hadir sesuatu yang diharapkan mampu menghilangkan kemungkaran tersebut. Dalam konteks realitas Nanggroe Aceh Darussalam pada hari ini, kita masih menyaksikan berbagai perampokan bersenjata, intimidasi, penghilangan nyawa tanpa hak dan berbagai aksi yang mencekam bagi kehidupan dan keberlangsungan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini menjadi sangat menarik untuk direnungkan mengingat Rasulullah SAW bersabda di dalam hadits beliau berikut ini :

“Dari Abi Musa Al-Asy’ari ia berkata : telah bertanya kepada Rasulullah SAW : Apa yang paling utama di dalam Islam ? Rasulullah menjawab “siapa yang menyelamatkan orang Islam dari lisan dan tangannya”.

Tidak ada yang mengingkari bahwa Nanggroe Aceh Darussalam adalah provinsi yang menjalankan Syari’at Islam diatas aturan hukum tata pemerintahan yang jelas yaitu UU no. 44 tahun 1999 dan UU no. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, namun mengapa kekerasan seperti pembunuhan, perampokan dan intimidasi masih terus berlangsung? Padahal Rasulullah SAW bersabda bahwa yang paling utama di dalam Islam adalah orang yang menyelamatkan orang Islam dari lisan dan tangannya. Bukankah Islam juga mengajarkan bahwa seseorang dipandang belum beriman jika dia belum mencintai dan menyayangi semua manusia sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW berikut ini :

”Dari anas Bin Malik ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW tidak beriman salah seorang diantara kamu sampai ia menyayangi semua manusia.” (HR Bukhari dan Muslim).

Begitu agung dan luhurnya ajaran Nabi akhir zaman Muhammad SAW tersebut utk kita renungkan, mudah-mudahan kita dapat mencegah berbagai kemungkaran, terutama mencegah kemungkaran yang timbul dari diri kita masing-masing.

Alhamdulillahirabbil ’alamin.
Wallahu’alambissawab.

(Penulis merupakan Dosen STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa,
anggota Majelis Syura’ FPSI Kota Langsa dan anggota MPU Kota Langsa)

Iklan
Kategori:Religi Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: