Beranda > Religi > Sya’ban; Pintu Gerbang Menuju Ramadhan

Sya’ban; Pintu Gerbang Menuju Ramadhan

Oleh Tgk. H. Iqbal, B.Th, MA

Allahumma Baariklana Ra’jab wa Sya’ban wa Baalighna Ramadhan, inilah doa yang diamalkan dan dianjurkan oleh Baginda Nabi SAW ketika memasuki bulan-bulan penuh hikmah dan berkah. Doa tersebut bermakna : Wahai Allah berikanlah berkah Ra’jab dan Sya’ban, kepada kami dan hantarkan pula kami ke Ramadhan

Setiap bulan dalam perhitungan tahun Qamariyah mengandung kelebihanya masing-masing. Keagungan Ramadhan terletak pada peristiwa turunnya Al-Quran.  Kebesaran Zulhijjah sebagai  bulan haji, di karenakan Nabi Ibrahim as mengorbankan anaknya sendiri Ismail as. Bulan Rajab pula terkenal dengan peristiwa Isra’ Mikraj Rasulullah SAW, sebagai momentum awalnya kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Demikian pula Sya’ban memiliki keistimewaan serta memberikan kesempatan untuk meningkatkan dan melipatgandakan berbagai amal kebaikan. Inilah bulan yang digunakan untuk melatih diri dalam menghadapi puasa Ramadhan nantinya.

Namun dalam praktiknya sendiri, bulan Sya’ban sering luput dari perhatian, karena faktanya bulan ini diapit dua bulan mulia lainnya. Ra’jab dengan peristiwa Israk Mikrajnya dan Ramadhan dengan kemuliaan puasanya. Padahal Nabi SAW melalui amalannya jelas-jelas mengajarkan bagaimana sesungguhnya amalan Sya’ban menentukan juga kwalitas ibadah Ramadhan.

Aisyah istri Rasul SAW, menjelaskan bahwa selain Ramadhan, Nabi RAsul  SAW, selalu berpuasa pada bulan Sya’ban. Hadits yang diriwayatkan Usmah bin Zaid menjelaskan : “saya bertanya kepada Rasul SAW, : Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak pernah melihat engkau memperbanyak puasa sunnat mu pada bulan-bulan yang lain, seperti yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban. Rasulullah SAW, menjawab kepadanya dengan mengatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak antara bulan bulan Rajab dan Ramadhan sering kali orang melupakan fadilah dan keutamaan yang terkandung didalamnya bulan tersebut. Padahal bulan tersebut segala amal perbuatan selama satu tahun diangkat kehadapan Allah SWT. Dan inilah sebabnya kenapa saya banyak berpuasa sunnat pada bulan tersebut, karenanya ingin amal dan perbuatan saya diangkat kehadapan Allah SWT. Dan saya dalam keadaan puasa.

Hadis diatas kemudian diperkuat lagi oleh hadis riwayat Anas ra. “ Orang muslim di zaman Rasulullah SAW, dan sahabatnya selalu meningkatkan bacaan Al-Quran setiap kali memasuki bulan Sya’ban, dan pada bulan Sya’ban jugalah mereka selalu membayar zakat mereka terhadap fakir miskin demi untuk membantu menghadapi bulan Ramadhan dengan jiwa yang tenang”.

Hadis lain yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, tentang keistimewaan bulan Sya’ban ialah berkata Aisyah :” saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW, menyempurnakan puasanya satu bulan penuh, selain puasa bulan Ramadhan dan saya tidak melihat pula Rasul SAW, berpuasa dibulan lain, lebih banyak dari bulan Sya’ban”. Keterangan hadis diatas menyelaraskan puasa sunnat yang dilakukan Rasul SAW, pada bulan Sya’ban lebih banyak dilakukan dibanding dengan bulan-bulan lainnya.

Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Selain sebagai bulan pembekalan untuk menghadapi Ramdhan, keistimewaan dan kemuliaan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nisfu Sya’ban, yang secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan yang dikandungnya.

Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam syafa’at, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafa’at itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafa’at itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.

Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya menyekutukan Allah atau musyrik, dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT.

Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah suatu ketika Rasul SAW memanggil istrinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”. Kelompok yang dimaksud Rasul SAW yaitu: pertama, kelompok manusia yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras, kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Keenam, kelompok orang-orang yang gemar menyemarkan fitnah.

Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik, dan ketika memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafa’at, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka.
Wallahu A’lam bi al-shawab

Penulis adalah Pimpinan Pondok Pesantren Babul Khairi Julok, Dosen Al-Muslem Universitas Serambi Mekkah, STIKes Idi, Aceh Timur dan Sekretaris Rabithah Santri (Rassa) Se- Aceh.

Iklan
Kategori:Religi Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: