Beranda > Nusantara > Palang PT Putri Hijau Ditutup, Agen TBS Resah

Palang PT Putri Hijau Ditutup, Agen TBS Resah

HALABAN, Transparan- Agen kelapa sawit resahkan tindakan PT. Putri Hijau yang menutup pintu palang menuju HKTI sejak pukul 18.00 wib. Akibat penutupan palang tersebut ak-hirnya  truk yang melintasi jalan itu jadi terhambat. Oleh karena itu, sebagian truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) merasa dirugikan.

“Bagaimana hasil panen mas-yarakat dapat kami bawa dengan cepat sementara harus nginap semalam saja udah susut,” kata salah seorang agen sawit yang namanya tidak mau disebutkan. Scbut saja “N” Boru Manurung, yang pernah merasakan truknya nginap didepan palang semalaman gara-gara pintu palang itu dikunci dan tidak dibuka karena pada saat melewati pos palang tepat jam 22.00 malam. “Bukan maksud kami mau keluar malam tapi kami ambil hasil panen dari masyarakat udah sore, kata dia.

Inginnya sih…pagi hari kami ngantar buah ke PKS, namun para petani sawit kan memanennya agak siang, maklum pak “mereka kan kalau pagi ada kerjaan lain yang harus dikerjain dulu,” seperti dikatakan, salah seorang agen sawit yang dekat dengan petani di Dusun Wonosari Desa Halaban itu. Pernyataan itu dibenarkan oleh Yetno salah seorang supir truk bermuatan sawit milik “N” Boru Manurung yang melintas pada malam selasa pekan lalu.

Menurutnya, kejadian ini sudah berulang kali pak, ucapnya. Padahal malam itu kami muat dekat timbangan PT.Putri Hijau, dan satpam-satpam itu juga melihat kami saat melintas, namun sepulang muat TBS tiba-tiba sudah dipalang. Kami klakson malah gak ada yang datang dan kami tunggu beberapa saat tidak ada tanggapan akhimya kami pulang jalan kaki, sementara itu truk kami tinggal di depan palang.

Bahkan sampai siang hari masih ada 2 truk dan 1 mobil jeep untuk melangsir TBS yang tepat berada didepan palang parkir, sehingga truk-truk milik PT.Putri Hijau yang juga bermuatan sawit tidak bisa melewati jalan menuju PKS. “yah…biar dulu ada penyelesaian agar pihak PT.Putri Hijau nggak semena-mena menutup palang,” kata salah seorang sopir truk kepada media ini.

Sementara pihak perusahaan PT.Putri Hijau melalui General Managernya, Leo Susanto, kepada Transparan mengatakan,” Sebenamya kami dari pihak perusahaan menutup palang dari pukul 18.00 wib bukan berarti masya-rakat disini tidak boleh lewat, cuma kami ingin mcngantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena selama ini banyak terjadi kasus-kasus pencurian TBS di areal Perkebunan kami, dan yang terlebih kami khawatir kan adalah jalan lintasan ini dipergunakan oknum untuk membawa narkoba karena kita lihat kan jalan ini banyak tembusannya, bukan berarti kami menguasai jalan desa, karena kebetulan jalan ini melewati pos dan kantor perusahaan, kami anggap pantas kalau kami tutup, ujarnya.

Kalau mereka ingin lewat, wajar-wajar saja kalau petugas keamanan seperti satpam bertanya dari mana, bawa apa, kan begitu’, katanya. ‘Sekali lagi saya katakan, kami ingin mcngantisipasi segala bentuk kejahatan, bisa kita lihat beberapa waktu yang lalu pencuri-pencuri buah sawit kan banyak yang tertangkap dan kami serahkan pada yang berwajib’, tambahnya.

Pernyataan itu dibenarkan Bapak J. Samosir selaku Askeb (Asisten Kebun) di PT.Putri Hijau yang mcngelola perkebunan sawit di desa Halaban, ‘Kami telah mcngirim surat pada agen-agen sawit yang sering melintasi areal pcrkebunan ini, bukan berarti dengan pernyataan melalui surat tersebut jadi harga mati, kan kita masih bisa mencari solusi tcrbaik,” kata bapak yang baru dikaruniai satu anak itu dengan kalem.

Disisi lain Kepala Desa Halaban, Supriadi Tarigan SE, membenarkan adanya truk yang tidak bisa keluar dari areal perkebunan PT Putri Hijau, karena palang yang ada di jalan lintasan antara perusahaan dengan HKTI ditutup mulai jam 18.00 wib pada tanggal 11 Agustus pekan lalu. “menurutnya, seandainya dari pihak Direksi memberikan surat kepada agen-agen yang sering membeli sawit di sekitar areal, sebaiknya kan saya dikasih tau atau ada tcmbusannya ke kcpala dcsa, karena pcrusahaan tcrsebut masih di dalam wilayah desa saya, ya scharusnya mercka mcnginformasikan hal tersebut dcngan saya, ujarnya. Dengan demikian kan bisa musya-warahkan, jangan keputusan sendiri’, kata Kadcs dengan nada kecewa terhadap sikap pcrusahaan tcrscbut, karcna ia tidak mau mclihat warganya mcrasa dirugikan dcngan tindakan sepcrti itu.

Selanjutnya Kcpala Dcsa Halaban mcmanggil pihak PT. Putri Hijau yang diwakili olch Askeb-l (TU, Kcpala Satpam dan Aparat keamanan yang diperbantukan dilingkungan perusahaan) untuk melakukan musya-warah dengan masyarakat setempat di kantor dcsa. Kepala Dcsa Halaban  mengajak dan memesan pada masyarakat untuk ikut mengantisipasi dan menginformasikan dengan cc-pat apabila ada pcncurian TBS, dcngan demikian kcrjasama antara warga dan pihak pcrusahaan dapat berjalan lancar. ‘Sebagai-mana kita ketahui scbagian besar karyawan PT Putri Hijau-kan pcnduduk kita juga’, dcmikian dikatakan Samsul Nasution Kcpala Satpam PT PUTRI HIJAU kepada Transparan.

“Scbenamya kami mengakui kcsalahan kami karena tidak berkordinasi dengan Kepala Dcsa dan kami mohon maaf karena kami masih kurang dalam komunikasi sehingga terjadi kesalahpahaman scpcrti ini. Kita tidak ingin ada orang yang mcngambil kcscmpatan dibalik ini karcna bisa saja ada orang yang merasa kami lah yang mcnguasai jalan dcsa’, bcgitu kata kepala satpam yang dcngan senyuman khasnya. Dalam musyawarah tcrsebut diambil kesepakatan untuk mencabut surat yang telah dibcrikan kcpada para agen sawit tentang penutupan palang dan mulai sckarang palang dibuka 24 jam. ‘Selama ini pun kami scring mcmbantu mercka para para agen sawit, kadang nyangkut truknya ya kami bantu menariknya agar usaha mercka lancar dan masya-rakat pun mcrasa puas hasil panen mcrcka bisa diambil’, tambah Samsul Nasution dcngan nada yang sangat halus. (TB18)

Iklan
Kategori:Nusantara Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: