Beranda > Daerah > Pejabat Jangan Halangi Team Verifikasi

Pejabat Jangan Halangi Team Verifikasi

MEULABOH, Transparan- Tidak adanya kriteria yang jelas untuk masyarakat yang berhak mendapat rumah bantuan, maka timbullah berbagai masalah di tengah masyarakat Aceh Barat terkait pemberian bantuan rumah bagi korban gempa dan tsunami beberapa tahun lalu. Pasalnya, pihak BRR tidak akan menarik keberadaan dan kepemilikkan rumah ganda itu lagi.

Di tambah dengan sikap arogansi dan nepotisme para pejabat yang tinggi, maka semakin membuat masalah itusemakin besar dan sulit untuk diselesaikan, sejumlah masya-rakat di kecamatan Johan Pahlawan sangat menyesalkan, kinerja dan sikap para pejabat di Aceh Barat.

Hal ini diungkapkan Nurmiyati, Ramlan, dan beberapa warga Kecamatan Johan Pahlawan yang menyesalkan perkataan yang keluar dari Camat sebagai ketua Pokja I Team Verifikasi. Yang mengatakan,” jangan ungkit lagi masalah-ma-salah masa lalu, karena akan menimbulkan masalah baru, dan para donator tidak akan menarik rumah ganda itu lagi. Walaupun kita tahu rumah tersebut tidak layak diterima dan ada yang memiliki rumah ganda”, Nurmiyati seperti meniru ucapan camat.

Sementara Ramlan laki-laki (35) menambahkan, bukan hanya Camat Johan Pahlawan saja yang mengeluarkan ucapan serupa, tetapi salah seorang pegawai di Bagian Pembangunan Setdakab Aceh Barat juga mengatakan hal yang sama dengan camat, tambah Ruslan yang di aminkan oleh tiga rekannya.

Masih dengan Nurmiyati, menurutnya, sebagian pejabat di Aceh Barat sudah gerah dan panas dingin dengan di bentuk-nya team verifikasi yang melibatkan unsur masya-rakat,” dan sekarang mereka mulai mencoba mempropokasi masyarakat dengan cara melemahkan semangat masyara-kat agar tidak melapor tentang bantuan rumah tersebut. karena akan sia-sia, hasilnya pasti tidak ada” ujarnya kepada Trans-paran selasa pekan lalu.

Warga sangat menyesalkan ucapan Camat Johan Pahlawan tersebut dan diminta segera mengklarifikasi hal itu, agar masyarakat mendapatkan haknya.

Selain itu pintanya, team verifikasi agar jangan menutupi kasus rumah ganda yang di milikki oleh saudara-saudara dari para pejabat.

Camat Johan Pahlawan, Teuku Nofrizal, S.stp mengatakan tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut, “ me-nurutnya, mungkin karena masyarakat yang sudah sangat lelah jadi kurang mengerti apa yang sebenarnya saya ucapkan”, ungkap Teuku Nofrizal. Menjawab pertanyaan wartawan.

Ia menambahkan, yang ada ia katakan kepada masya-rakat yang datang melapor padanya,” sebaiknya kita jangan ungkit yang bukan menjadi pekerjaan saya, kalau masalah rumah ganda silahkan ibu/bapak melapor ke kantor Bappeda” ujar Nofrizal kepada Trans-paran beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pihaknya ju-ga menyesalkan kalau ada masyarakatnya yang menganggap kalau dirinya menghalang-halangi kerja tem verifikasi itu salah besar “ lillahi ta’ala saya iklas mengerjakan tugas itu, kata Nofrizal. (TB16)

Iklan
Kategori:Daerah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: