Beranda > Budidaya > Potensi Budidaya Ikan Mas Bener Meriah

Potensi Budidaya Ikan Mas Bener Meriah

10-800021

Seekor ikan mas dengan berat 6 kg di Pembibitan Ikan Timanggajah Kabupaten Bener Meriah, saat akan dipijahkan (dikawinkan dengan ikan lain). Foto direkam, Selasa pecan lalu. (MASHURY)

Ikan mas adalah ikan yang hidupnya di air tawar selain dijadikan untuk makanan ikan mas juga dijadikan hisan di dalam akuarium dan kolam di depan rumah ikan mas juga tidak kalah dengan ikan-ikan lainnya rasa yang cukup lemak membuat selera makan bertambah banyak. Ikan mas juga mempunyai khas yang sangat indah sehingga sampai saat ini ikan mas sangat digemari dan di sukai oleh masyarakat dataran tinggi gayo khususnya kabupaten Bener Meriah yang mempunyai khas dan daging yang sangat enak. Namun masyarakat hanya  bisa menjadikan kolam sebagai hiasan belaka dan ikan mas untuk makanan sehari saja.

Potensi budidaya ikan mas di kabupaten Bener Meriah sangat memungkinkan karena budidaya ikan mas sangat langka dan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi namun akibat kurangnya ikan mas di daerah ini masyarakat Bener Meriah terpaksa mengkonsumsi ikan dari daerah lain. Minat masyarakat untuk ikan mas sangat tinggi sehingga ikan mas sangat sulit didapatkan di pasaran.

Masyarakat Bener Meriah umumnya mempunyai minat untuk melakukan usaha  budidaya ikan mas, hal ini terlihat dari jumlah kolam yang ada di Bener Meriah cukup luas mencapai 40.000 ribu hektar dan di setiap  permukiman desa dijumpai tambak atau kolam masyarakat namun tetap saja pasokan ikan mas di pasaran tidak mencukupi. Usaha budidaya ikan darat ini merupakan usaha yang cukup gampang namun masyarakat Bener Meriah tidak mempunyai keahlian dalam melakukan perawatan ikan. Jangan kan ikan untuk dijual kepasaran untuk kebutuhan sehari-hari saja masih tidak terpenuhi. Demikianlah yang diungkapkan masyarakat Bener Meriah.

Transparan edisi 10 .pmd

Seekor ikan mas dengan berat 6 kg di Pembibitan Ikan Timanggajah Kabupaten Bener Meriah, saat akan dipijahkan (dikawinkan dengan ikan lain). Foto direkam, Selasa pecan lalu. (MASHURY)

Beberapa masyarakat Bener Meriah sangat menyesalkan dengan potensi ikan mas yang cukup menjanjikan namun tidak dapat memproduksi ikan-ikan mas segar didaerah sendiri, hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat, adanya kolam yang begitu luas namun tidak bisa menghasilkan ikan untuk daerah sendiri.

Hamdan salah seorang masyarakat pemelihara ikan mas dan ikan mujahir  yang mempunyai kolam seluas kurang lebih satu hektar mengatakan usaha yang dikelolanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,  dengan kolam seluas itu Hamdan tidak pernah menjual ikannya ke pasar, hanya saja Hamdan menjadikan tempat budidaya ikan tersebut sebagai tempat pemancingan di bulan Puasa. Hasilya  pun tidak seberapa dengan pakan yang  diberikan setiap hari, namun Hamdan masih tetap mengelola kolam lantaran hobi dan kebiasaan sehari-hari.  Hamdan memberikan pakan ikan berupa pelet, daun-daunan, buah-buahan seperti buah kol dan tomat serta daun ubi jalar dan rerumputan yang menurut dia bergiji untuk ikan.

Hamdan menjual ikan mas dengan harga sebesar Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Ikan yang dibudidayanya dalam umur 1 tahun hanya mencapai berat rata-rata 5 ons  dan hanya sebahagian kecil saja yang mencapai berat 2 Kg.  Hal ini tampak 2 tahun ke belakang, padahal sebelumnya meski pakan ikan tidak terlalu banyak namun bisa  menghasilkan bobot ikan mas dengan berat rata-rata 3 kg per tahun, entah apa yang menjadi penyebab turunnya bobot ikan, Hamdan tidak mengetahui, meski demikian semangat juangnya masih tetap berkobar untuk melakukan budidaya ikan darat tersebut.

Sejumlah masyarakat lainya juga mengatakan akhir-akhir ini ikan di dataran tinggi sangat susah besar sehingga mereka enggan untuk membudidayakan ikan mas tersebut, sejumlah masyarakat berharap pemeritah daerah dapat membatu mayarakat pembudidaya ikan sehingga dapat mengatasi penyakit-penyakit ikan dan memperhatikan kelompok-kelompok pemberdayaan ikan karnea selama ini masyarakat mengatakan tidak pernah mendapatkan binaan maupun penyuluhan dari dinas pertanian dan pemerintah daerah.

Namun lain halnya dengan dinas  pertanian tanaman pangan perikanan dan peternakan yang membudidayakan pembibitan ikan mas  di 2 kecamatan diantaranya pembibitan ikan di desa Teget Kecamatan Pintu Rime Gayo  dan pembibitan ikan desa Timanggajah Kecamatan Timanggajah  yang mempunyai bangunan kolam ikan yang cukup luas untuk membudidayakan bibit ikan mas dan ikan mujahir.

Hingga Selasa (11/8) Kadri petugas penjaga pembibitan ikan menceritakan budidaya ikan mas tidaklah sulit asalkan ada keahlian dan perawatan yang bagus ia mengatakan kolam ikan yang ada di Timanggajah sebanyak 16 kolam dengan ukuran yang bervariasi  dan mempunyai induk ikan mas sebayak 600 ekor dengan 300 pejantan dan 300 betina  yang sudah dipisah dalam dua kolam  menurut kadri membudidayakan bibit ikan tidaklah sulit asalkan mengerti sedikit tentang cara teknis pengelolaan ikan Kadri memaparkan cara teknis yang ia kelola selama ini dari pertama sampai terakhir, dari mulai perawatan kolam sebelum Kadri memasukkan induk ikan, terlebih dahulu memupuk kolam ikan ikan dengan tujuan untuki memperbaiki kondisi atau tekstur tanah berisi masam sehinga baik untuk pertumbuhan planton dan zat renik dalam air kolam, jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik (kandang), anorganik (buatan), dan kaptan (kapur pertanian) dengan dosis kolam seluas 1 hektar selama pemeliharaan semusim 1-6 bulan diberikan (pupuk) anorganik urea sebanyak 75 kg, TSP sebanyak 50 kg dan Kaptan 150 kg.

Cara pemupukan yang dilakukan, pertama semua jenis pupuk setelah dicampur dan diaduk sampai rata kemudian disebar rata ke seluruh permukaan kolam dengan keadaan kolam macak-macak. Setelah dilakukan pemupukan, Kadri mengusahakan tinggi air dalam kolam maksimum 10 cm  selama 7 hari atau 2 minggu.  Kemudian dia melakukan pupuk susulan setelah 14 hari pemupukan pertama dengan ketinggian air dalam kolam berkisar antara 50 cm sampai 100 cm kadri melakukan pemupukan pada waktu hari cerah dan air kolam jernih.

Perawatan ikan yang dilakukan dengan memberi makan setiap hari merupakan kebiasaan, dalam satu hari untuk induk ikan, Kadri melempar makanan ikan berupa pelet dalam 2 kolam sebanyak 10 Kg.

Kadri juga memaparkan cara mengelola pembenihan ikan mas mencakup pemijahan, penetasan telur, perawatan larva dan pendederan. Kadri mengatakan, 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan 18 kakaban dengan ukuran 1.5 m X 40 cm, kolam yang diperlukan seluas 18 ribu meter atau 4 m X 4,5(2×9) meter kubik.

Kolam bak permijahan berupa kolam tanah, bak tembok, hapa (kelambu) yang dibentangkan, selanjutnya dimasukan 1 induk ikan betina 4 pejantan, menurut kadri untuk memperbanyak sel darah putih, setelah induk ikan bertelur, induk ikan dipindahkan, telur ikan akan menetes setelah 3 hari di dalam hapa, selang 1 minggu telur akan menjadi larva.  Saat larva tersebut mulai kelihatan, Kadri memberikan kuning telur sampai larva berumur 10-15 hari. Saat ini larva sudah kelihatan berbentuk anak ikan. Setelah ikan berumur  15 hari, Ikan mulai diberi pakan pelet kecil selama umur 2 bulan dan akhirnya ikan pun siap di produksi sebagai bibit ikan. Induk ikan mas yang ada di tambak pembibitan tersebut berukuran sangat besar  dan beratnya mencapai 5 – 7 kg.  Menurut Kadri, umur ikan tersebut sekitar 2 tahun. Dalam hal pembenihan dan pembesaran, Kadri sudah sangat menguasai dengan baik dan sudah disebarluaskan.

Menurut  M Riadi Kabid Perikanan setempat, sampai saat ini ikan yang ada di pembibitan sudah sering dibagikan kepada masyarakat untuk membantu membudidayakan ikan mas tersebut, namun sayangnya masyarakat tidak dapat membudidayakan lantaran kurangnya keahlian hingga ikan- ikan di Bener Meriah tidak terpenuhi.  M Riadi juga mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai anggaran untuk membina dan melakukan penyuluhan.  Seharusnya pemerintah daerah dapat menyentuh para pembudidaya ikan dengan begitu masyarakat Bener Meriah tidak harus memasok ikan-ikan dari daerah luar karena potensi yang ada di Bener Meriah cukup menjanjikan.

Petugas Balai Benih Ikan (BBI) juga sangat terbatas, hal ini menyebabkan susahnya untuk mengembangkan budidaya ikan untuk lebih besar daripada yang sekarang dan hampir pada setiap kampung di kecamatan-kecamatan se-Bener Meriah, masyarakat mempunyai kolam ikan serta mempunyai potensi yang sangat layak untuk dikembangkan. Jika dengan lokasi yag seluas ini pemerintah daerah serius untuk menangani maka masyarakat dapat mengkonsumsi ikan-ikan segar setiap harinya dan akan mengurangi pasokan ikan dari daerah lain.

M Riadi juga mengatakan animo masyarakat sangat tinggi untuk mengembangkan budidaya ikan mas, hal ini terlihat dari jumlah proposal yang diajukan masyarakat sangat banyak, namun tidak dapat dipenuhi oleh dinas terkait akibat kurangnya anggaran. Masyarakat luas juga berharap  untuk tahun berikutnya agar pemerintah dapat memberikan bantuan yang menyentuh masyarakat pembudi daya ikan. [ MASHURY ]

Iklan
Kategori:Budidaya Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: